Ketika Kualitas Membaca Menurun. Kamu Merasakan Itu?

Beberapa tahun terakhir saya merasa kok kualitas bacaan saya mulai menurun. Saya menyadari kalau saya kecanduan gadget.

Lebih suka nonton youtube. Dulu sih saya suka melihat story di whatapp dan Instagram. Sekarang? Udah jarang. Karena semua story di WhatsApp saya hide semua (maaf).

Untuk Instagram masih sesekali. Tapi udah agak males sih buka Instagram. Paling buka untuk mantau Instagram bisnis aja.

Pikiran itu Butuh Pawang

Setelah menyelesaikan buku Atomic Habits karya James Clear wawasan saya terhadap pengembangan diri bertambah. Salah satunya adalah apa yang kita lakukan awalnya dari melihat.

Kenapa kita suka ngemil? Karena ada cemilan yang ada di hadapan kita. Kenapa kita main gadget? Karena ada di hadapan kita.

Sesederhana itu. Maka prinsipnya adalah menjadikannya tidak terlihat. Jadi, yaudah kalau mau baca saya simpan gadget di tempat yang saya sendiri mager ngambilnya. Lebih baik baca dulu.

Semestinya kita yang mengendalikan pikiran. Bukan pikiran mengendalikan kita. Sejujurnya main gadget itu menyenangkan. Ada horman dopamine yang dilepaskan.

Kenapa nggak digantikan aja ke buku ya?

Efektivitas Membaca Buku

Bagi saya sekarang membaca buku sampai habis tantangan banget. Kecuali buku itu emang layak dibaca sampai habis. Seperti buku Atomic Habits. Dan terakhir say abaca sampai habis adalah bukunya Ultimat3U karya Rene Suhardono. Itu keren banget sih.

Sekarang saya lebih langsung mempraktikkan apa yang saya dapatkan dari buku. Toh, sebaik-baik ilmu adalah yang diamalkan.

Membaca buku itu lebih meluaskan wawasan, mendapatkan perspektif lain, dan pastinya menambah kosakata. Itu udah pasti.

 

Mumpung kemaren posting, kenapa nggak hari ini posting. Siapa tau bisa nulis sampe satu tahun full iya kan?[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.