Pansos Tak Mengubah Hidupmu, Kalau…

Mungkin bagi sebagian orang, panjat sosial atau biasa kita kenal dengan pansos masih tergolong asing. Tapi bagi kami (generasi milenial). Ya, kami menyadarinya dan bahkan melakukannya.

Pansos itu kamu berharap bisa sama tenarnya, sama hebatnya, sama kerennya, padahal nggak. Kita akan terpukau sama pujian aja.

“eh, sekarang lu deket sama ini ya? Wuidihhhh!”

Tahun 2015 Saya Pernah Melakukan Pansos

Lagi trending banget internet marketing. Saya coba belajar juga pansos sama orang yang terkenal dan earningnya lumayan lah.

Saya sering berinteraksi dengan orang ini, komen statusnya, share statusnya. Pansos bangetlah. Wkwk.

Tapi tak lama saya menyadari kalau saya dekat orang yang hebat tak akan mengubah apapun kalau saya tak belajar darinya.

Poin pentingnya adalah belajar. Pansos nggak masalah, toh itu bagian dari strategi marketing dalam dunia digital.

Cuman kita udah setara dulu dengan yang dipansosin. Sebab, kalau berbeda jauh jadinya nggak nyambung topik obrolannya. Wkwk.

Belajar dari apa yang diyakininya bukan apa yang dilakukannya

Maksudnya, pelajari apa yang menjadi prinsip orang bisa berhasil menghasilkan sekian. Sebab, prinsip dan mindset yang tak terlihat itulah yang dahsyat.

Jangan sekedar liat orang bisnis ini itu terus diikutin. Tanpa mengikuti apa yang diyakininya. Gitu. Ya, intinya pansos itu nggak serta merta memcopy skill orang lain ya!

Pansos Boleh tapi Engage Dong!

Saya mulai menghapus dan unfollow orang yang tak pernah berinteraksi. Bagi saya buat apa saling berterhubung kalau tak ada interaksi?

Ketika saya unfoll eh malah ngeDM “kaka unfoll dan blok WA saya? Saya salah apa?”. Gini nih, kalau orang hanya peduli dirinya, yang ditanya hanya “SAYA”.

Saya nggak peduli woy! Saya coba komen story-nya tapi tanggapannya kurang friendly. Males! Giliran butuh, masyaaAllah banget. Wkwk. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.